Feeds:
Tulisan
Komentar

Apakah ini. . . ?

Sesuatu yang tiba-tiba kurasakan, muncul dalam hati. Perasaan yang secara normal dirasakan oleh seorang pria terhadap lawan jenisnya. Aku ingin melanjutkan perasaan ini, namun. . . . tidak. Lebih baik aku menahan agar ini tidak sampai melewati batas. Batas yang tidak hanya memaksa untuk mengatakan “tidak” tapi juga yang dengan kokoh, menahan kepalaku agar tetap terarah ke depan, fokus pada apa yang aku cita-citakan ketika awal dulu Lanjut Baca »

Ubun-Ubun?

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubun-nya, (yaitu ) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. ” (QS al -Alaq : 15 -16)



Ayat tersebut bercerita mengenai perbuatan orang kafir yang melarang Nabi Muhammad SAW untuk shalat di Ka’bah. Hal yang kemudian akan kita bahas adalah mengapa Allah menyebut ubun-ubun sebagai objek terhadap azab yang akan ditimpakan kepada kaum kafir Quraisy tersebut. Sesungguhnya bisa saja dengan menyebut bagian tubuh lain seperti memenggal leher, menusuk Lanjut Baca »

Mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada para nabi dan rasul sesuai dengan keadaan dan tabiat umat yang mereka hadapi pada waktu itu. Kita tentu masih ingat beberapa mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa AS, mulai dari mengubah tongkat menjadi ular, hingga membelah laut Merah. Dalam kajian tafsir disebutkan bahwa mukjizat yang dimiliki nabi Musa tersebut sesuai dengan watak Bani Israil (Yahudi) yakni umat yang Lanjut Baca »

Artikel ini telah banyak dimuat di beberapa web. Sengaja saya tampilkan di sini salah satunya adalah untuk menunjukkan bahwa saya setuju dengan isi artikel ini. Maksud saya bukan kedecakkaguman terhadap kecerdasan mereka, tetapi dalam hal bagaimana mereka memperoleh kecerdasan intelektual yang sedemikian tinggi. Hal yang kemudian sangat menohok adalah metode yang digunakan ternyata merupakan contoh yang kebanyakan di antaranya telah disyaratkan oleh Rasulullah SAW.

Lanjut Baca »

Aku takkan pernah mampu untuk berjanji

Menemani harimu hingga esok hari

Tapi jika kau terima, biarkan aku mencintaimu

Hari ini saja… dengan semua cinta yang kupunya

Aku bukanlah pengabulan dari doamu

di malam saat bintang jatuh

Tapi jika kau mau, aku dapat menjadi bintang

yang menerangi keindahanmu setiap malam

Aku takkan s’lalu bisa membahagiakan hati

Tak luput salah, mungkin ku juga menyakiti

Tapi jika kau ikhlas, cintaku takkan berbatas

Meski terkadang sakitimu, itu aku khilaf