“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubun-nya, (yaitu ) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. ” (QS al -Alaq : 15 -16)
Ayat tersebut bercerita mengenai perbuatan orang kafir yang melarang Nabi Muhammad SAW untuk shalat di Ka’bah. Hal yang kemudian akan kita bahas adalah mengapa Allah menyebut ubun-ubun sebagai objek terhadap azab yang akan ditimpakan kepada kaum kafir Quraisy tersebut. Sesungguhnya bisa saja dengan menyebut bagian tubuh lain seperti memenggal leher, menusuk perut, atau yang lain. Tetapi mengapa yang disebut adalah ubun-ubun? Ayat itu seakan memberi isyarat mengenai kelebihan bagian ini dan salah satu “fungsi”nya, seperti yang disebut pada ayat di atas, yaitu mendustakan.
Apabila kita melihat bagian atas belakang otak manusia, disana terdapat salah satu bagian yang disebut parietal lobus. Bagian ini memiliki fungsi comprehension of language atau penerjemahan bahasa. Orang yang memiliki gangguan terhadap fungsi bagian ini, akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara lancar dengan orang lain. Orang seperti ini mengalami ketidaksinkronan antara apa yang ingin dikatakan dengan apa yang keluar dari mulutnya. Sebagai contoh: yang dimaksudkan sebenarnya adalah kata parrot (burung Nuri) tetapi yang diucapkan adalah carrot (wortel). Di samping itu, dia mengalami gangguan gagap dalam berbicara.
Maka pantaslah bahwa ayat di atas menyebut ubun-ubun sebagai area yang akan dieksekusi akibat perbuatan dusta orang-orang kafir Quraisy tersebut. Oleh karena bagian inilah yang dianggap bertanggung jawab atas perkataan mereka, dengan kata lain apabila mereka tidak menghentikan perkataan dustanya, lebih baik mereka tidak dapat berbicara lagi. Wallahua’lam.